"The Croods": Drama Keluarga Zaman Purba

 


    "The Croods" memang bukan film baru. Animasi 3D keluaran rumah produksi Dreamworks Animation ini rilis di Indonesia pada 20 Maret 2013. Dengan berbekal biaya produksi sebesar 135 juta dollar, "The Croods" berhasil meraup pendapatan kotor lebih dari 587 juta dollar. Meskipun belum bisa menyaingi penghasilan film "Shrek 2" yang memperoleh laba sebesar 512%, "The Croods" cukup percaya diri menghasilkan keuntungan tiga kali lipat dari anggaran produksinya. 


    Bagi beberapa orang,  "The Croods" mungkin mengingatkan pada "The Flinstone", serial kartun di tahun 1960-an tentang sebuah keluarga yang hidup di zaman purba. 

sumber: usatoday.com

Keduanya memang ber-setting di zaman prasejarah, dan menampilkan keluarga sebagai penggerak cerita. Tapi, "The Croods" memiliki lebih dari sekadar kelucuan yang menghibur. Selain itu, berbeda dengan latar belakang penceritaannya, "The Flinstone" adalah penggambaran masyarakat modern yang ditransformasi ke kehidupan  purbakala. Ada telepon, mobil, bahkan sauna yang dinikmati Flinstone sekeluarga. Sedangkan, 'The Croods" sepenuhnya  adalah tentang kehidupan liar dan tantangannya. 

 


    Sinopsis

Film animasi berdurasi 98 menit ini dibuka oleh narasi Eep, seorang anak perempuan di keluarga Crood. Ia tinggal di dalam gua bersama ayah, ibu, adik laki-laki, adik perempuan, dan neneknya. Keluarga Crood adalah manusia gua terakhir. Para tetangga mereka sudah punah karena beberapa sebab. Ada yang diinjak mamoth, ditelan ular pasir, digigit nyamuk, hingga terserang flu. Keluarga Crood berhasil bertahan hidup karena Grug bertindak sebagai kepala keluarga yang ketat pada aturan. Mereka tidak diperbolehkan keluar gua selepas gelap. Selain itu, rasa ingin tahu pada hal-hal baru juga tidak diperkenankan. Eep satu-satunya yang protes tentang aturan itu. Inilah yang membuat Eep kerap bersitegang dengan ayahnya yang mati-matian menjaga keselamatan keluarga tersebut.

sumber: imdb.com

    Eep semakin penasaran dengan dunia luar saat bertemu dengan Guy, pria yang bisa membuat api. Perkataan Guy tentang kehancuran dunia benar-benar terjadi. Suatu pagi, terjadi gempa hebat yang membelah daratan dan meruntuhkan gua tempat tinggal mereka. Tidak ada pilihan lain bagi Keluarga Crood, selain pergi mencari gua baru untuk ditinggali di dunia bawah. Tapi tempat itu sangat berbeda dengan habitat hidup mereka sebelumnya. Banyak hewan asing yang tidak pernah dijumpai sebelumnya. Jika dahulunya Keluarga Crood berburu untuk menyambung hidup, di sana mereka justru diburu oleh berbagai hewan pemangsa. Beruntunglah, Guy kali ini bergabung dalam perjalanan mereka.

sumber: imdb.com

sumber: 20th Century Fox

    "The Croods" dirasa berhasil memberikan petualangan penuh aksi yang seru, tanpa kehilangan sentuhan drama yang menjadi sisi lainnya. Pasang surut hubungan antara ayah dan anak menjadi pemanis dalam film ini. Meskipun tampil gahar, dan keras, Grug tetaplah seorang ayah yang mencintai keluarganya. Di sisi lain, meskipun sering memberontak perintah Grug, Eep sebenarnya adalah gadis pintar penuh semangat yang juga menyayangi ayahnya. Semua terungkap dalam sebuah scene menyentuh yang terjadi dalam penyelamatan Keluarga Crood dari gempa yang menghancurkan bukit tempat mereka singgah.


    Drama juga muncul saat Grug kukuh mempertahankan tradisinya sebagai manusia gua. Sementara Guy, si anak jenius yang baru dikenalnya, berhasil memukau anggota Keluarga Crood dengan penemuan-penemuan hebatnya. Grug yang selama ini menjadi satu-satunya panutan, berupaya keras mengesankan keluarganya, terutama Eep, agar mau mendengarkan perintahnya lagi. Ego Grug sebagai lelaki semakin terluka saat kemampuan dan idenya untuk menyelamatkan keluarga di habitat baru diragukan. Selain pertentangan dengan Guy sebagai pendatang baru di tengah keluarganya, Grug juga dihadapkan pada konflik dengan dirinya sendiri. Bagaimana cara Grug merespon perubahan ekstrim yang tidak disangka-sangka sekaligus tidak terelakkan, terwujud dalam perubahan karakternya di akhir cerita.


    Meskipun tidak ada tokoh rupawan ala putri-putri Disney di film ini, dengan kelebihan yang dimilikinya, "The Croods" tetap menarik perhatian. Selain menyajikan hiburan, terdapat nilai moral yang bisa dipetik dari film animasi ini. Bahwa sejatinya dalam kehidupan, yang bersifat konstan adalah perubahan, dan satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan mengikuti perubahan itu sendiri. Sebuah hal berharga yang bisa didiskusikan bersama buah hati selepas menontonnya.

sumber: the movie database

 

Komentar

  1. kehidupan dalam menjaga kekompakan dalam keluarga selalu menjadi kisah yang menginspirasi. serial flinstone acapkali saya tonton ketika kecil duu. thakyou for sharing mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. You're welcome, Mbak Nita. Terima kasih sudah mampir. 😊

      Hapus
  2. Film ini pernah jadi film yang saya sukai di Cartoon Network.Meski saat ini belum pernah menonton lagi...jadi bernostalgia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senangnya, bisa membuat pembaca bernostalgia. 😍
      Terima kasih sudah mampir, Mbak Juwita.

      Hapus
  3. Film yg layak untuk dijadikan tontonan bersama keluarga tercinta ❤

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Adegan-adegannya cukup aman untuk anak.

      Hapus
  4. Gak kebayang struggling nya ketika menghadapi kehidupan yang beda dari biasanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak kebayang, mau maem musti hunting dulu. Berebut buruan sama macan. 😂

      Hapus
  5. Jadi kangen nonton kartun lagi setelah baca ulasan ini... Rindu masa kecil saat bebas nonton drama penuh pelajaran begini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biidznillah, bisa jadi stress healing juga, Mbak.
      😊😀😀

      Hapus
  6. seru juga ya lebih seru lagi kalau di nonton lagi

    BalasHapus
  7. Review nya mantap... mengingatkan masa indah saat kecil, sekarang udah lama gak nonton film animasi 🤭

    BalasHapus
  8. Pernah nonton ini... Jadi rindu inginnontkn lagi. Keseruan keluarga

    BalasHapus
  9. Tontonan gini nih paling seru nonton bareng keluarga, apalagi bareng anak. Mana animasinya bagus juga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Seru dan cukup aman untuk anak. Karena tidak ada adegan k*ss*ng-nya. 😁

      Hapus
  10. sukaa kata-kata ini : sejatinya, dalam kehidupan yang bersifat konstan adalah perubahan dan cara untuk bertahan adalah mengikuti perubahan itu sendiri 😇 relevan sekalii

    BalasHapus
  11. Salah satu Film kesukaan anak-anak saya

    BalasHapus
  12. Kayaknya asyik buat ditoton sekeluarga, mkasih untuk sharingnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Mbak. 😊
      Terima kasih sudah mampir.

      Hapus
  13. Udah nonton filmnya... film yang kocak kalau kata aku... konyol juga. Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, betul, Mbak. 😁
      Terima kasih sudah mampir.

      Hapus
  14. aku belum nonton nih mba, kayanya wajib aku download buat anakku, kebetulan dia lagi suka movie

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan. InsyaAllah, cukup aman untuk anak, Mbak. 😊

      Hapus
  15. Bisa jadi rekomendasi tontonan weekend anak mbak ini. Nyari.ah! 😍

    BalasHapus
  16. Nonton film animasi itu menghibur banget ya...imajinasi bebas berkeliaran tanpa batas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, Mbak. Selain itu, melihat warna-warnanya yang eye catching, feel bawaannya happy. 😀

      Hapus
  17. Film yang cocok ditonton bareng-bareng sama keluarga. Bisa mengenalkan arti dan pentingnya beradaptasi kepada buah hati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. InsyaAllah, demikian, Mbak. Semoga ananda terhibur. 😊

      Hapus
  18. belum pernah si nonton film ini..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Yumi's Cells" season 1: Segarnya Drakor Bercita Rasa Anime