"Yumi's Cells" season 1: Segarnya Drakor Bercita Rasa Anime

Setelah mengharu biru perasaan penggemar dengan akting manisnya bersama Lee Min Ho, Kim Go Eun kembali didapuk sebagai pemeran utama dalam drama berjudul “Yumi’s Cells”. Drama adaptasi "webtoon" karya Lee Donggeon ini season pertamanya baru saja berakhir pada 30 Oktober 2021 lalu, dan kabarnya sedang memasuki tahap produksi untuk season berikutnya. 

sumber: kompas.tv

Sinopsis

Kim Go Eun berperan sebagai Yumi (32), seorang karyawan di Bagian Keuangan perusahaan mi “Daehan”. Yumi yang masih melajang sejak dicampakkan oleh kekasihnya tiga tahun silam, mulai menaruh hati pada Woo Gi, teman sekantornya di Bagian Penjualan. Sayang, Yumi bukan tipe yang mudah mengutarakan isi hatinya. Ia hanya bisa mengagumi Woo Gi dari jauh, sambil sibuk menerka arti perhatian Woo Gi padanya.

Meskipun tampak tenang di luar, setiap Yumi berpikir dan merasakan sesuatu, kegaduhan terjadi di dunia sel. Keputusan yang Yumi ambil, maupun emosi yang dirasakan, dipengaruhi oleh sel-sel di dalam otaknya. Sel-sel yang digambarkan berupa orang mini berpakaian serba biru, memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing. Sel-sel tersebut di antaranya, sel akal yang mengendalikan pikiran, sel emosi yang mewakili perasaan, sel lapar yang sangat reaktif pada makanan enak, sel pelit yang mengendalikan hasrat belanja Yumi, sel modis yang  mengatur selera fashion sekaligus lawan dari sel pelit, sel cinta sebagai sel utama, dan juga beberapa sel lainnya. Jumlah sel yang tampil di versi drakornya memang tidak sebanyak yang ada di "webtoon", tetapi seluruhnya muncul sesuai kebutuhan cerita. 

sumber: kepoper.com

Setiap Yumi merasakan atau memikirkan sesuatu, dunia para sel akan gaduh. Karena ada dua dunia yang digambarkan dalam drakor ini, yaitu dunia nyata tempat Yumi berada dan dunia para sel, maka penonton akan menyaksikan perpindahan adegan dari live action ke animasi pada setiap episodenya.

Perjalanan Yumi dalam menemukan cintanya sungguh terjal dan berliku. Mungkin karena jajaran produser dan sutradara memilih setia mengikuti jalan cerita serial "webtoon"-nya yang terdiri dari 512 episode. Dalam season pertama, meskipun di awal cerita Yumi terlihat begitu jatuh hati pada Woo Gi, pada akhirnya ia justru dicomblangkan dan jadian dengan teman Woo Gi, yaitu Goo Woong (Ahn Bo Hyun). Dalam 14 episode di season pertama ini, jatuh bangun kisah cinta antara Yumi dan Goo Woong yang akan ditampilkan. Dan jika skrip memang benar-benar setia pada cerita aslinya, maka pada season mendatang, penonton akan melihat Yoo Bobby (Park Jin Young/ Jin Young GOT7) sebagai tokoh utama pria. 

sumber: iqiy
  

Animasi dalam Live Action

“Yumi’s Cells” barangkali masih menjadi satu-satunya drakor yang menggabungkan antara live action dan animasi. Selain menikmati drama yang mengaduk-aduk rasa, penonton akan menyaksikan polah tingkah lucu para sel yang menggemaskan. Penggambaran karakter setiap sel yang dibuat semirip mungkin dengan versi "webtoon" ini memang tidak pernah gagal mengundang tawa.

Teknologi animasi 3D yang digunakan dalam “Yumi’s Cells” ini terasa berkelas dengan dominasi warna biru, pink, coklat, dan hijau. Palet warna yang berbeda, diterapkan pada dunia sel otak Goo Woong yang tone colour-nya sedikit lebih gelap. Masing-masing dunia sel pun digambarkan dengan atmosfer yang berbeda. Jika dunia sel Yumi merupakan desa yang tatanannya sederhana, maka dunia sel Goo Woong memiliki sistem kontrol yang modern dan canggih.

Sutradara Lee Sang Yeob mengaku kesulitan menggarap “Yumi’s Cells” yang memadukan animasi dalam drama. Bagi penikmat drakor pun, treatment yang digunakan dalam “Yumi’s Cells” masih terasa asing. Namun setelah beberapa adegan berjalan, penonton sudah mulai terbiasa dengan perpindahan adegan antara live action ke animasi. Bahkan jika Yumi bersitegang dengan Goo Woong, justru kemunculan adegan para sel itu yang ditunggu. Penonton ingin larut bersama sel emosi yang menangis tersedu saat Yumi marah pada Goo Woong. Pada level tertentu, rasa kecewa dan marah penonton juga terwakili oleh sel-sel Yumi yang imut itu.

Selain sebagai pengalaman baru, menonton “Yumi’s Cells” juga adalah sebuah refleksi yang berharga. Dari para sel yang paling mencintai Yumi itu, kita diingatkan untuk mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. Agar jika orang yang dicintai itu pergi, maka diri kita tak lantas hancur tak bersisa. 

sumber: tvn_drama (instagram)
 


Komentar

  1. Dah sampai episode enam, mendadak tertarik sama drakor baru😂 jadi tergantikan
    Kabarnya ada season 2, ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi kepo nih, Mbak. 😂
      Judul drakor barunya apa?

      Hapus
    2. Banyak mbak
      Dari Hometown Cha Cha Cha
      Dali and Cocky Prince
      Jirisan
      Red Sky
      Happiness
      The Affection dst

      Ini ongoing yang aku ikuti, yang lainnya masih ada🤭

      Hapus
    3. Dari daftar itu, aku baru nonton Jirisan. Dari fotografinya bagus, tapi chemistry pemeran utamanya kayak belum dapet. Aduh, demanding banget aku nih. Hihihi.

      Hapus
  2. Saya belum tertarik nonton drakor.. kuatir ketagihan. hiks.

    BalasHapus
  3. menanti season dua, meski sambil curi-curi intip manga nya yang samapai lima ratus chapter hihi.. tapi kdrama ini cukup fresh bagiku

    BalasHapus
  4. Ih, jadi penasaran pengen liat, nama kim go eun sendiri udah menarik ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Nama Kim Go Eun sudah semacam garansi akting keren dan drakor menarik.

      Hapus
  5. Drakor oh Drakor belum pernah menontonnya...takut kecanduan. Tapi saya asli penasaran. Meski belum punya waktu me time menontonnya. Next time may be bisa menikmati Drakor yang katanya bikin kita meleleh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Drakor memang menghibur, tapi banyak efek sampingnya. Rawan merampas waktu-waktu produktif kita. 😁

      Hapus
  6. Drakor rasa baru ini ceritanya yaa..😀 Ada nuansa animasi di tengah image drakor yg selama ini yg selalu identik dengan feel romance-nya. Korea memang ga pernah mati ide untuk explore cari inovasi baru dalam hal ini ❤. Jadi pengen nonton drakor lagi after sekian lama vakum krn fokus ngurusin duo balita yg lg bikin gemes tingkahnya 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Industri drama mereka seperti nggak pernah kehilangan ide dan energi.
      Ayo, Mbak ... nonton lagi. Kalau anak-anak sudah tidur, tentunya. :)

      Hapus
  7. Kalau say nonton drakor bawahan baper

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, betul Baper .. dan laper (kalau saya). Hehehe....

      Hapus
  8. Eh ini lucu kayanya... Jadi pen nonton

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lucu, Mbak. Apalagi pas sel Nakal-nya Yumi keluar. :D

      Hapus
  9. Sepertinya lucu filmnya.. ok noted
    Makasy ya kak referensinya
    Meski udh diceritain tapi sepertinya lebih seru klo nonton langsung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups, siapa tahu setelah menonton akan mendapat persepsi baru tentang "Yumi's Cells". Met nonton, Mbak.

      Hapus
  10. Informasi menarik nih untuk saya yang baru menyukai Drakor. Makasih Mbak referensi Drakornya. Perlu sekali-sekali dilirik di lain waktu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan, Mbak. Romance-nya cukup serius tapi diselipi animasi, jadi berasa ringan. :)

      Hapus
  11. Reviewnya keren, Mbak. Bikin pengin nonton sambil ngemil popcorn. ;)
    Btw, header blog-nya keren cucok n keren banget. Berasa langsung masuk ke gedung bioskop. Hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung blushing ini dipuji sama Mbak Esy. =)
      Masih belajar nih, Mbak. Pengin menata blog-nya serapi punya Mbak Esy.

      Hapus
  12. Takut ketagihan kalau nonton drakor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Efek samping utama dari drakor memang perlu diwaspadai, Mbak.
      Bahaya kalau udah ketagihan. Hihihi.

      Hapus
  13. Unik ya drakor ini, baca riviewnya saja sudah kebayang menggaskan imut animasinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Tapi agak susah kalau nonton ini sambil menggosok.
      Mata harus konsen ke layar. Bisa-bia gosong deh baju kita.
      Hehehe....

      Hapus
  14. Closing statement nya nendang, Mbak. Cintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. Apapun yang terjadi, yang penting hati sendiri jangan lupa dijaga. Tak boleh terlalu bergantung pada orang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Mbak.
      Di cerita ini, Yumi selalu memprioritaskan orang yang dicintainya di nomor 1. Padahal pasangannya belum tentu demikian. So sad.
      T.T

      Hapus
  15. Keren sinopsis nya ... Bikin orang jadi penasaran pingin nonton, drama ini cocok untuk penyelera fantasi toon .. thankyou for sharing mba ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Mbak Nita. Maaf, sudah menyebarkan virus Yumi. ;D

      Hapus
  16. Drakor ini jadi salah satu drakor yang pengen di tonton tapi mau nunggu semua season beres dulu supaya bisa maraton

    drama ini menurutku bukan cuma unik di tampilannya aja, tapi bisa jadi salah satu drama healing supaya bisa lebih mencintai diri sendiri

    thanks for reviewnya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya aku juga tipe yang suka nonton yang udah tamat, Mbak.
      Tapi, sejak mencet tombol play di episode pertama, nggak bisa berhenti.
      Wkwkwk.
      Selalu ingin tahu kelanjutannya. (^o^)

      Hapus
  17. Penasaran sama drakor ini kayaknya kocak ya 😁 apa lee min hoo mbak pemeran prianya?

    BalasHapus
  18. Baru nonton sekilas, setelah baca ini jadi ingin nonton

    BalasHapus
    Balasan
    1. Diintip dulu, ditonton kemudian.
      Met nonton, Mbak.

      Hapus
  19. mupeng pingin nonton. saya pembaca setia webtoon Yumi's cell. sampai gemes waktu komiknya udahan wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, Mbak. Tapi sebelum tamat, saya berhenti baca.
      Maksudnya lanjutin baca kalau episodenya sudah komplit.
      Eh, ternyata webtoon-nya malah berhenti update sebelum tamat.
      Wkwkwk.

      Hapus
  20. Lagi nonton dracin tahun 2014 yang tiba-tiba ganti adegan menjadi animasi sebagai pikiran tokoh. Kayak gitu kali ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya mirip seperti yang Mbak Kingkin ceritakan.
      Btw, judul dracinnya apa, Mbak?

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"The Croods": Drama Keluarga Zaman Purba