Why I Love "When the Camellia Blooms" (part 1)

 



Bagi para penggemar drakor “When the Camellia Blooms”, perhelatan Baeksang Arts Award Tahun 2020 lalu adalah sebuah momen membahagiakan. Selain memboyong kemenangan yang dipersembahkan oleh Kang Ha Neul (Best Actor), Oh Jung Se (Best Supporting Actor),  dan Lim Sang Choon (Best Screenplay), “When the Camellia Blooms” juga berhasil dengan gemilang meraih Daesang (penghargaan tertinggi) dalam kategori televisi.

Wajah-wajah para pemain “When the Camellia Blooms” terlihat begitu semringah saat judul drama yang mereka bintangi itu diumumkan sebagai pemenang. Kang Ha Neul. Gong Hyo Jin, Oh Jung Se, Son Dam Bi, Lim Sang Choon (penulis skenario) dan deretan cast lainnya berdiri bersama selama pidato penerimaan award berlangsung. Suka cita dan kebanggaan mereka seolah merupakan hadiah atas kerja keras selama lima bulan menyelesaikan proyek drama ini. Bagi para bintang dan pekerja belakang layarnya, “When the Camelia Blooms” merupakan monumen bersejarah dalam perjalanan karir mereka. Sedangkan bagi para penggemar, serial ini merupakan semangkuk sup hangat di hari yang dingin.

Sinopsis

Serial ini bercerita tentang seorang ibu tunggal bernama Dongbaek (Gong Hyo Jin) yang membesarkan putra semata wayangnya, Kang Pil Goo (Kim Kang Hoon), di sebuah kota kecil bernama Ongsan. Untuk menghidupi dirinya dan Pil Goo, Dongbaek membuka sebuah bar yang ia namai “Camellia”. Sebagai ibu tunggal yang masih muda dan cantik, Dongbaek kerap menghadapi kecemburuan para ibu tetangga yang iri padanya. Meski sering dirundung dan mendapat cercaan dari mereka, Dongbaek berusaha tegar dan bertahan di kota tersebut, hingga enam tahun lamanya. Seseorang ibu yang berjasa membuat Dongbaek betah adalah Kwak Deok Soon (Go Do0 Shim), ibu pemilik salah satu restoran kepiting rendam di Ongsan.

Selain mengalami perundungan, Dongbaek rupanya juga dibayang-bayangi kengerian akibat teror dari seorang pengusil. Dongbaek yang menjadi saksi mata pada peristiwa pembunuhan yang menimpa pemilik klinik kecantikan kulit, diam-diam diamati oleh pengusil tersebut. Di tengah keterpurukan hidupnya, datanglah seorang polisi muda bernama Hwang Yong Sik (Kang Ha Neul) di dalam kehidupan Dongbaek. Pemuda polos dan baik hati itu terang-terangan mengungkapkan kekagumannya pada Dongbaek. Yong Sik bahkan selalu muncul sebagai pahlawan dalam kehidupan Dongbaek. Ia membela Pil Goo yang terlibat pertengkaran, juga berupaya meredakan kemarahan ibu-ibu pada Dongbaek. Mulanya Dongbaek merasa risih pada Yong Sik yang selalu menempel padanya. Namun lambat laun, ketulusan yang oleh ditunjukkan Yong Sik membuat hatinya meleleh.

Di saat hatinya berbunga-bunga, muncullah pria dari masa lalu Dongbaek. Pria itu adalah Kang Jong Ryul (Kim Ji Seok), cinta pertama Dongbaek sekaligus ayah biologis Pil Goo. Di sisi lain, hubungan harmonis Dongbek dengan Deok Soon mulai renggang, setelah Deok Soon mengetahui bahwa putranya--Yong Sik, menaruh hati pada ibu tunggal tersebut.

        
sumber: kompas.com

Cerita yang Mengesankan

 Hal pertama yang membuat saya jatuh hati pada drama ini adalah ceritanya yang  mengesankan. Perpaduan apik antara roman dan thriller dalam pasang surut hubungan antar-manusia, diramu dengan baik oleh sutradara dan tangan dingin penulis skenario. Dalam sebuah wawancara, Gong Hyo Jin mengatakan dirinya hampir menolak tawaran membintangi drakor tersebut. Namun akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran itu, karena jatuh cinta pada skripnya. Penulis meyakinkan bahwa sosok Dongbaek memang terinspirasi dari Gong Hyo Jin sendiri. Dan itu terbukti saat Gong Hyo Jin membaca judul bab pertama, "Perempuan dengan Gelang Germanium." Ia sangat tersentuh, dan tidak bisa berhenti untuk terus membaca kelanjutannya. Pengakuan serupa juga datang dari aktris senior, Go Doo Shim. Pemeran ibu Yong Sik ini terang-terangan memuji skenario "When the Camellia Blooms". Menurut pengakuan Go Doo Shim, dalam sepanjang perjalanan karirnya, belum pernah menemukan skenario yang "sekenyal itu untuk dikunyah". 

Meskipun berpusat pada sosok Dongbaek, "When the Camellia Blooms" bercerita tentang multi-relasi. Selain hubungan antar-manusia yang memperjuangkan cintanya, serial yang tayang di KBS2 pada 18 September hingga 19 november 2019 ini lebih banyak bicara tentang hubungan ibu dan anak. Seorang ibu tunggal yang tidak pernah merasakan dicintai, karena ditelantarkan ibunya sendiri. Seorang bocah laki-laki yang menjadi dewasa sebelum waktunya, karena selalu turun tangan saat ibunya mengalami perisakan. Ada pula hubungan suami istri yang dingin dan penuh kontrol, lantaran banyaknya kekecewaan yang menumpuk, akibat kasih sayang ibu pada anak lelakinya. Hubungan dasar antar-manusia inilah yang dimanfaatkan dengan baik sebagai pengait antara konflik satu dengan lainnya. Dan kerennya, semua itu disulam dengan rapi, seolah kejutan baru selalu hadir di setiap episodenya. Semua informasi penting tentang tokoh, konflik, dan rahasia di dalamnya muncul di waktu yang tepat.

Masih banyak yang akan saya kupas tentang "When the Camellia Bloomspada bagian lain. Tidak hanya tentang bagaimana serial ini berhasil menjadi tontonan yang menggerakkan hati, tapi juga sebagai hasil karya tulis yang brilian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"The Croods": Drama Keluarga Zaman Purba

"Yumi's Cells" season 1: Segarnya Drakor Bercita Rasa Anime